Home / Sosial & Budaya / Anggota DPR RI Komisi IX Berbagi Pengalaman Menyiapkan UU Praktek Kefarmasian

Anggota DPR RI Komisi IX Berbagi Pengalaman Menyiapkan UU Praktek Kefarmasian

“Banyak manfaat yang kami dapatkan dari anggota DPR RI dalam rangka persiapan RUU Praktik Kefarmasian,” jelas Budi Raharjo, Ketua II Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Jawa Tengah. Anggota DPR RI yang dimaksud adalah Dr. H. Edy Wuryanto, S.Kep., M.Kep (Komisi IX) dan Drs. Apt. Chairul Anwar (Komisi VI). Masih menurut Budi Raharjo, apoteker klinis RSUD Margono, meskipun Chairul saat ini bertugas di Komisi VI, tetapi Chairul Anwar memiliki perhatian khusus baik langsung maupun tidak langsung atas keberhasilan RUU Praktik Kefarmasian.

Chairul Anwar pada 2020 sebagai kapasitasnya sebagai anggota DPR berhasil mengajukan RUU Kefarmasian masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) meski pada tahun 2021 dikeluarkan. Dengan adanya diskusi ini diharapkan RUU Praktik Kefarmasian bisa masuk dalam Prolegnas Tahun 2022. Meski berbeda dengan RUU Kefarmasian yang diajukan sebelumnya, dirinya 100% mendukung RUU Praktik Kefarmasian.

Chairul Anwar, dengan latar belakang sebagai apoteker, berhasil menggolkan UU Praktik Kedokteran (2004) dan UU Keperawatan (2009) pada saat aktif di Komis IX tahun 2004 – 2011. Dirinya menyatakan akan mendukung penuh seluruh usaha yang dilakukan untuk keberhasilan RUU Praktik Kefarmasian.

Sementara itu, Edy Wuryanto yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPW PPNI) Jawa Tengah, mendukung penuh upaya-upaya yang dilakukan oleh teman-teman apoteker untuk memiliki UU Praktik Kefarmasian. Untuk itu, panitia sengaja menghadirkan Edy Wuryanto untuk membagikan pengalamannya kepada segenap PD IAI Jawa Tengah, langkah-langkah startegis yang harus dilakukan.

Diskusi dengan kedua Anggota DPR RI merupakan rangkaian kegiatan Rapat Kerja (Rakerda) & Pertemuan Ilmiah Daerah (PID) PD IAI Jawa Tengah. Kegiatan dilangsungkan selama dua hari, 5 – 6 Juni 2021 baik secara daring dan luring. Kegiatan luring dilaksanakan di Hotel Griya Persada Bandungan Kabupaten Semarang dengan memperhatikan protokol kesehatan. Sementara kegiatan daring dilakukan melalui aplikasi Zoom dan Youtube yang dihadiri sekitar 3.000 apoteker dari seluruh Indonesia.

Ketua Pelaksana Rakerda & PID IAI Jawa Tengah, apt. Sumaryana, S.Si., M.Sc melaporkan bahwa kegiatan ini dibuka langsung oleh Sekretaris Dinas Kesehatan, Drs. Apt. Agus Tri Cahyono, M.Kes mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Selain itu hadir juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, dr. Ani Raharjo, MPPM mewakili Bupati Kabupaten Semarang, H. Ngesti Nugraha, SH, MH. Narasumber Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makan di Semarang, Dra. Apt. Sandra, M. P. Lithin, M.Kes mewakili Kepala BPOM RI, Ir. Penny K. Lukito, MCP., PhD sebagai Keynote Speech dengan topik Tinjauan Aspek Legalitas Penerapan Media Digital Dalam Pelayanan Kefarmasian Di Era 5.0.

Pembicara lainnya adalah Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo hadir memberikan pembekalan “Strategi Apoteker Era Industri 5.0”. Hadir pula Praktisi Hukum Farmasi sekaligus Kepala Bidang Advokasi Pengurus Pusat IAI, Brigjen. Pol. (Purn) Drs. Apt. H. Mufti Djusnir, MSi dengan topik “Aspek Legalitas Hukum Media Sosial dalam Pelayanan Kefarmasian di Era 5.0”. Serta dari industri berkesempatan hadir pengusaha sukses, Irwan Hidayat, Direktur Perseroan PT. Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul, Tbk membawakan topik “Peluang Integrasi Sediaan Obat Tradisional dengan Teknologi Modern Dalam Pelayanan Kefarmasian di Era 5.0”.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang IAI Kabupaten Semarang, apt. Luthfi Hidayat, MSc, melaporkan bahwa pelaksanaan kegiatan Rakerda secara luring sesuai dengan protokol kesehatan yang sangat ketat sesuai dengan Instruksi Bupati Kabupaten Semarang No. 12 tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM berbasis Mikro untuk pengendalian penyebaran Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Semarang mengikuti aturan jumlah peserta dalam ruangan 50 % dari kapasitas ruangan dan/atau maksimal 75 orang. Peserta Rakerda beserta tamu undangan pembukaan yang hadir secara luring pembukaan Rakerda dan PID, sebelum memasuki ruang pertemuan, diwajibkan menjalani skrining Covid 19.

Hal ini dilaksanakan sesuai Inbup tersebut, dan secara periodik dari waktu waktu tertentu di supervisi oleh Petugas Satgas Covid kab Semarang (Polres, Polsek, Kecamatan, Koramil dan Pam Swakarsa serta panitia).

About admin

Check Also

Bingkai Khusus Kabar Oposisi ke 11 Dari Tim 16 Sumenep dan FWJ

MAGETAN-Bingkai khusus ini bukanlah bingkai yang terbuat dari berlian maupun emas. Akan tetapi bingkai ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

if (function_exists('rns_reactions')) { rns_reactions(); }