Home / Uncategorized / TIGOR MULO HORAS TINGGALKAN PSI, MISI SELANJUTNYA MEMBUTUHKAN NETRALITAS PARPOL

TIGOR MULO HORAS TINGGALKAN PSI, MISI SELANJUTNYA MEMBUTUHKAN NETRALITAS PARPOL

Tigor Mulo Horas bersama Raja Juli Antoni, Sekjen PSI

Kabar mengejutkan datang dari internal Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Salah satu kadernya yang selama ini dikenal paling vokal dan paling tegas bahkan berani mengkritisi internal PSI, Tigor Mulo Horas mengundurkan diri dari keanggotaan partai besutan Grace Natalie itu.

Pengunduran diri Tigor Mulo Horas disampaikan kepada para wartawan pada Kamis (12/12/2012) di Jakarta Barat. Non-aktifnya pria multi talenta, eks treasury Bank Mandiri dan eks Tenaga Ahli Anggota Komisi 3 & Komisi 6 DPR RI yang juga pemerhati politik dan intelijen itu menambah deretan kader PSI yang mengundurkan diri pada tahun 2019.

“Dengan ini saya, Tigor Mulo Horas, menyatakan mengundurkan diri dari keanggotaan saya di Partai Solidaritas Indonesia. Terhitung sejak hari ini, Kamis 12 Desember 2019. Maka sejak hari ini pula, saya tidak memiliki kaitan apapun dengan Partai Solidaritas Indonesia, dan kepada segenap DPP PSI serta jajarannya saya mengucapkan terima kasih,” ujar Horas.

Pria yang wajahnya pernah menghiasi hampir setiap relung-relung jalan di Jakarta Barat & Jakarta Utara itu menambahkan, “Dengan mundurnya saya dari PSI, saya bisa lebih fokus kepada misi-misi kebangsaan maha penting yang sedang saya kerjakan bersama kawan-kawan lain lintas partai. Misi-misi ini menuntut saya harus bersih dari unsur partai politik.”

Pada kesempatan itu Horas mengaku dirinya merasa sangat berat mengundurkan diri dari partai yang dikenal garis keras dalam melawan korupsi dan intoleransi itu.

“Sejujurnya sangat berat bagi saya untuk mundur dari partai, tapi misi-misi kebangsaan lain yang saya kerjakan membutuhkan netralitas saya dari unsur politik. Saya perlu menghargai tuntutan misi kebangsaan ini, jadi saya perlu mundur dari PSI.” terang Horas.

Kesan Bersama PSI

Pada kesempatan yang sama Tigor Mulo Horas menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh jajaran Dewa Pengurus Pusat Partai Solidaritas Indonesia. Ia mengatakan, banyak pengalaman menarik di partai anak muda yang berani menantang arus dan partai yang berani menantang nasionalis gadungan. Saya kagum kepada Big Bro Jeffrie Geovanie boleh membina dan memberi kesempatan banyak anak muda tak berpengalaman politik menantang dunia untuk Indonesia yang lebih bersih.

“Saya bersyukur pernah berjuang bersama PSI. Partai ini giat dan gigih memperjuangkan cita-citanya melawan korupsi dan intoleransi. Itu alasannya kenapa saya mau diajak bergabung ke PSI waktu lalu,” kata Horas.

“Kawan-kawan di DPP PSI juga kooperatif, mereka banyak memberi bantuan kepada para kader hingga tingkat bawah. Pada masa kampanye Pileg 2019 lalu terasa sekali keseriusan dan kegigihan kawan-kawan DPP membantu para kader agar PSI bisa meraup banyak dukungan. Terbukti di Jakarta dan Surabaya PSI mendapat suara yang signifikan,” imbuhnya.

Horas sendiri dikabarkan sedang mengemban tugas khusus terkait ikhtiar pembumian nilai-nilai Pancasila dan merangsang habituasi ideologi Pancasila dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Terkait kabar itu Horas enggan menjawab pertanyaan para wartawan.

“Saya tetap pada pendirian saya bahwa negara ini perlu pembumian Pancasila, agar masyarakat kita saling bertoleransi dan tercipta damai sejahtera di bumi Ibu Pertiwi Indonesia,” pungkas Horas.

Hingga berita ini diturunkan DPP PSI belum memberi respons terkait keputusan Horas itu. Horas sendiri dikenal sebagai salah satu kader terbaik dan cukup populer dari PSI selain Grace Natalie, Raja Juli Antoni, Dini Purwono, Dhimas Anugrah, Tsamara Amany dan Surya Chandra.

About admin

Check Also

Hidung Mancung Tanpa Operasi Dengan Filler Hidung dan Tanam Benang di Insta Beauty Center

Indonet7.com-Seiring dengan banyaknya masyarakat yang semakin hari semakin memperdulikan kecantikannya, semakin bertambah pula jumlah klinik …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

if (function_exists('rns_reactions')) { rns_reactions(); }