Home / Sosial & Budaya / 40 Tahun Ikatan Wanita Sulawesi Selatan Dengan Tema”Melestarikan Budaya dan Adat Istiadat Sulawesi di Tanah Rantau”

40 Tahun Ikatan Wanita Sulawesi Selatan Dengan Tema”Melestarikan Budaya dan Adat Istiadat Sulawesi di Tanah Rantau”

Fashion show 4 etnis sulawesi selatan(IWSS)

Indonet7.com

Jakarta,24 Oktober 2017-Gedung Sapta Pesona,Kementerian Pariwisata RI Jakarta.IWSS adalah organisasi yang menampung seluruh masyarakat yang berasal dari sulawesi selatan khususnya perempuan.IWSS adalah badan dari otonom dari KKSS,dimana ada KKSS di situ ada IWSS Ketua Umum IWSS Hj.Nurwasi Azis dan Sekjen Dra.Andi Nurhiyari,M.Si.

Ketua panitia Lily Amelia Salurapa,SE,MM dan Sekertaris Hj.Eptati Kamaruddin,M.Si.Adapun pengisi acara berupa tari-tarian yang berasal dari sulawesi selatan yaitu tari gandrangbulo,lomba maumere,tari pa’gellu toraja dan tari pattennung.

Ibu Lily Amelia Salurapa,SE,MM.

Setelah Selanjutnya akan ada pelantikan Bangka belitung KKSS dan IWSS,peran dan kontrubusi yang di tampilkan dari seluruh Indonesia dan bekerja sama dengan organisasi-organisasi yang berbaur dengan kami.Kita tidak akan melupakan kampung halaman kita.Dan mukernas pertama di hadiri hampir seluruh Indonesia sampai keluar negeri.

Hj.Nurwasi Azis (Ketua Umum IWSS)

Ikatan Wanita Sulawesi Selatan 40 tahun selaku ketua umum ibu Nurwasi Azis yang menjabat dua periode.IWSS berdiri tahun 1976-2017,hampir seluruh provensi sudah di lantik dan sudah melantik di beberapa negara seperti California,Canada,Paris,eropa,Belanda,Johor dan terakhir Korea.

Pemotongan kaddo minyak salah satu makanan ciri khas dari sulawesi selatan

“Dalam perjalanan selama 40 tahun dan kami membuat mukernas pertama pada saat menjelang 40 tahun IWSS dan hadiah ulang tahun kami menjadi anggota KOWANI yang ke 91 dan banyak yang mendukungan IWSS yaitu adik-adik serta teman-teman dan wilayah-wilayah,cabang seluruh Indonesia.”ujar Ketua Umum IWSS Hj.Nurwasi Azis.

BapakGubernur SulawesiSelatan Syahrul Yasin Limpo

Kita angkat seni dan budaya sulawesi selatan,jaman globalisasi ini banyak yang kontaminasi dan sudah moderm.Kita harus mempertahankan kebudayaan bugis,makassar dan toraja.Dalam perkawinan adat anak-anak sekarang kita tahu kalau adat bugis makassar ada mappaci,dan mereka lebih suka memakai baju moderm daripada baju adatnya.Dan tidak ada lagi yang mau memakai baju bo’do,”entah apa alasannya sampai mereka tidak mau memakai baju bo’do.Jangan sampai baju adat kita diambil orang dan berteriak,malam ini semua pengurus dan anggota harus memakai baju adat sulawesi selatan.Adapun yang memakai baju bo’do,baju labbu dan baju toraja.Dulu ada mandar tapi mandar sudah keluar menjadi sulawesi barat.

Bapak Ibnu Munzir Perwakilan dari KKSS

IWSS sudah mempunyai anak muda sebagai pelanjut generasi mendatang,dimana harus lebih mengenal dan mencintai adat dan budaya bugis makassar dan toraja.Ibu IWSS akan tampil menari dan tidak pernah di lakukan selama 40 tahun sejak berdirinya IWSS.Selama Ibu Hj.Nurwasi Azis menjadi ketua umum IWSS mereka akan tampil menari,mulai dari sekjen,Wakil ketua umum departemen.Adapun menunya malam ini berbagai makanan dari sulawesi selatan.

 

About admin

Check Also

Ananda Ridwan Aji Maulana, Bagi Warga Tidak Mampu Dari Rawabuaya

Indonet7.com-Yayasan Anantha Rahardja ( Yanara ) melakukan bakti sosial pemberian bantuan kursi roda untuk ananda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

if (function_exists('rns_reactions')) { rns_reactions(); }