Home / politik dan pilkada / WACANA DUET PUTI-ANGGA MENGUAT DI PILWALI SURABAYA

WACANA DUET PUTI-ANGGA MENGUAT DI PILWALI SURABAYA

Puti Soekarno dan S. J. Angga

PDIP Surabaya ingin memenangkan Pilwali 2020. Untuk itu, PDIP terus menguatkan jajarannya untuk meraih estafet tampuk kepemimpinan Kota Pahlawan pasca Tri Rismaharini nanti.
Terlebih, Rapat Kerja Nasional PDIP menargetkan 60 persen kemenangan dalam Pilkada 2020. Tentu, salah satu daerah paling strategis yang diharapkan kemenangannya adalah Surabaya.

Nama-nama kader PDIP yang menjadi langganan bursa beberapa lembaga konsultan dan komunitas politik antara lain: Whisnu Sakti Buana, Puti Guntur Soekarno, Sutjipto Joe Angga, Armuji, dan Dyah Katarina.

Masuknya nama Puti cukup menarik perhatian publik, sebab cucu Bung Karno yang tahun 2018 lalu hampir memenangkan Pilkada Jawa Timur bersama Gus Ipul itu kini sudah menjadi anggota DPR RI.

Nama Puti pun tak berdiri sendiri. Kabar beredar, ada wacana ia akan maju bersama Sutjipto Joe Angga, politisi lawas PDIP Surabaya. Angga sendiri sejak jauh hari menyatakan siap melayani warga Kota Pahlawan jika diminta DPP PDIP.

Pemerhati politik R. Dhita menilai isu itu sebagai suatu keniscayaan. Ia mengatakan, “Wacana duet Puti-Angga sebenarnya bisa-bisa aja, kita lihat aja ke depannya seperti apa. Toch, DPP PDIP punya pertimbangan dan kearifannya sendiri, jadi kita tunggu aja bagaimana rekomnya nanti.” Tandes, Surabaya (14/1/2020).

Mengenai pendapat banyak pihak bahwa figur Puti dan Angga dinilai bisa mempersatukan dan menyolidkan struktural partai, Dhita tak membantahnya. Ia mengatakan, keduanya bukan orang baru di PDIP dan sangat mengenal kondisi internal partai.

“Pak Angga saya lihat punya nilai tambah untuk dapatkan suara besar dari luar PDIP, baik lewat partai maupun floating mass. Secara subyektif saya melihat Puti-Angga punya kans besar ya. Terlalu riskan untuk melepas Puti dan Angga dari Pilkada Surabaya 2020.”

Pada saat yang sama Dhita mengaku nama Angga memang belum terlalu populer di arus bawah, tapi itu bukan masalah. “Jika Mbak Puti dan Pak Angga jadi bertandem, mereka akan segera populer dengan turun ke bawah bersama mesin partai dan relawan pribadi,” kata Dhita.

“Yang penting PDIP wajib tingkatkan konsolidasi organisasi untuk memenangkan Pilkada Surabaya tahun ini. Jangan sampai lengah. Rapatkan barisan. Gelar pertemuan-pertemuan konsolidasi hingga level kelurahan dan RT-RT,” imbuhnya.

Dhita berkomentar, “Saya pikir duet Puti-Angga punya kans memenangkan Pilkada. Mbak Puti adalah trah Bung Karno, dan Pak Angga dari kalangan pengusaha yang berhasil. Dia asli Surabaya, sangat paham masalah kota ini. Lima belas kursi PDIP di DPRD jangan sampe gagal memenangkan kader PDIP di Pilwali Surabaya.”

“Pak Angga bisa meraup dukungan dari suara Tionghoa dan Nasrani. Bisa juga mendapat suara dari para Banteng Lawas yang sudah mengenal dan menaruh harapan besar pada sosok Pak Angga, termasuk mereka yang mungkin telah mengalami berbagai kekecewaan terpendam selama ini,” katanya.

Wacana tandem Puti-Angga, menurut Dhita, bisa saja mendapat rekom dari DPP PDIP untuk terjun di Pilwali Surabaya, dan jika itu terealisasi, maka seluruh komponen partai banteng di Kota Pahlawan segera menyolidkan mesinnya hingga ke tingkat bawah.

“Semoga PDIP merekom orang terbaik dari kalangan kadernya sendiri. Pak Angga layak untuk memimpin Surabaya atau jadi Wakil Wali Kotanya Mbak Puti. Jika memilih yang lain, khawatir kecemerlangan atau daya tariknya kurang bersinar,” tutup Dhita.

*Tanggapan DCSL*

Sementara itu di tempat terpisah, Direktur Eksekutif Damai Center for Social Life (DCSL) Belina Ho melihat wacana duet Puti-Angga masih prematur digulirkan. Ia menilai kabar duet Puti-Angga itu masih sebatas wacana yang masih sulit dilihat kejelasannya.

“Sebenarnya kalau melihat peta politik di Surabaya, strategi PDIP termasuk yang tak mudah diprediksi ya. Karena banyak calon kuat di dalam tubuh PDIP Surabaya. Ada Pak Whisnu Sakti, Pak Armuji, Bu Dyah Katarina, termasuk Pak Angga,” kata Belina, Darmo Permai, Surabaya (14/1/2020)

“Kalau Mbak Puti dipasangkan dengan Pak Angga ya saya rasa walau tetap ada kemungkinannya, tapi perlu dipertimbangkan plus-minusnya. Apa Mbak Puti memahami problematika Surabaya? Apa Pak Angga sudah punya suara yang kuat sampai arus bawah?” ujar Belina.

Wanita alumni UK Petra Surabaya itu menyarankan baik Puti maupun Angga mulai terjun ke masyarakat jika serius maju di Pilwali 2020. “Mbak Puti cucu Bung Karno, jadi saya yakin dukungan dari partai kepada beliau akan sangat besar dan masif. Pak Angga bisa ambil suara besar dari kalangan Kristen, Tionghoa, dan pengusaha. Tapi semuanya kita lihat ke depan bagaimana DPP memutuskan rekomnya,” Belina mengakhiri.

About admin

Check Also

Tiga Strategi Modernisasi Koperasi

Derap langkah pemerintah guna menjadikan Koperasi dan UMKM sebagai arus utama transformasi ekonomi kian dilakukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

if (function_exists('rns_reactions')) { rns_reactions(); }