Home / politik dan pilkada / Tiga Strategi Modernisasi Koperasi

Tiga Strategi Modernisasi Koperasi

Derap langkah pemerintah guna menjadikan Koperasi dan UMKM sebagai arus utama transformasi ekonomi kian dilakukan serius. Dalam Rapat Kerja dengan DPD RI, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berkata bahwa ia diminta Presiden Jokowi agar mendorong modernisasi koperasi.

“Modernisasi koperasi dilakukan dengan dua cara, yaitu ada manajemen yang kuat dan profesional, serta mulai mengaplikasi menerapkan teknologi tinggi agar koperasi juga bisa tumbuh, tidak terhalang oleh berbagai persyaratan birokrasi,” jelas Teten di Ruang Rapat DPD RI, Selasa (14/1/2020).

Mendukung penuh hal tersebut, Praktisi Koperasi Milenial dan Ekonomi Kerakyatan Frans Meroga Panggabean menyatakan siap mendukung pemerintah mewujudkan hal tersebut. Pihaknya mengatakan masih banyak anak muda yang punya komitmen tinggi bagi kemajuan Koperasi dan UMKM.

“Masih banyak anak muda seperti kami mau terjun langsung dalam memajukan ekonomi kerakyatan Pak Menteri. Kami para anak muda profesional dan fasih teknologi digital siap terlibat untuk kegerakan Koperasi dan UMKM dalam transformasi ekonomi,” kata Frans usai membuka Kick-Off 2020 Meeting Nasari Group di Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Wakil Ketua Nasari Sentra KUKM ini berkata bahwa contoh koperasi modern pun sudah banyak seperti Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari yang memiliki beberapa PT, dan bergerak di bidang outsourcing, sewa mobil, properti, konstruksi, dan multifinance yang tergabung dalam Nasari Sentra KUKM.

“Pelayanan anggota dengan on line system dan teknologi digital pun sudah cukup lama dilakukan di 45 kantor cabang kami. Alat ukur KPI penilaian kinerja yang profesional juga sudah diterapkan anggota Askopindo,” jelas Ketua DPP Asosiasi Koperasi Simpan Pinjam Indonesia (Askopindo) ini.

Frans Meroga yang juga Direktur Eksekutif Generasi Optimis Research & Consulting (GORC) menyatakan minimal ada 3 langkah yang dapat dilakukan guna mewujudkan modernisasi koperasi. Pertama, diyakini akan signifikan berdampak bila dibentuk Lembaga Penjaminan Simpanan Koperasi.

“Apalagi kalau digabung juga fungsi sebagai pemeringkat rating investasi UMKM akan sangat efektif dan efisien. Pasti otomatis jadi enforcement bagi Koperasi dan UMKM sehingga berlomba-lomba semakin modern, profesional, dan naik kelas,” ujar lulusan MBA dari Universite de Grenoble ini.

Kedua, pemerintah diminta melibatkan koperasi yang sudah besar, modern, dan layak jadi percontohan untuk jadi jangkar program modernisasi koperasi ini. Dapat dianut pembagian wilayah kerja berdasar daerah mana yang lebih dikuasai dan lebih eksis koperasi jangkar tersebut.

“Menurut riset GORC cukup banyak koperasi yang layak dijadikan koperasi jangkar. KSP Nasari dan Kospin Jasa dengan kredibilitas yang teruji dan jaringan yang luas, sangat layak dipercaya. Juga banyak Credit Union (CU) di Kalimantan dan Indonesia Timur yang modern dan profesional,” terang Frans.

Ketiga, diperlukan sebuah program gerakan nasional untuk mengkampanyekan bahwa Koperasi adalah badan usaha yang paling sesuai saat ini agar semua elemen bergerak sehingga terjadi peningkatan kesejahteraan dan menekan ketimpangan sosial. Bertujuan agar generasi milenial gemar berkoperasi dengan nilai utama kesetaraan dan berbagi.

“Nilai seperti itu kan milenial banget dengan kebersamaannya dan egaliternya,” lanjut Frans. “Libatkan organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan yang telah punya jaringan luas dan peduli akan keadilan sosial masyarakat saja,” pungkas Frans.

About admin

Check Also

WACANA DUET PUTI-ANGGA MENGUAT DI PILWALI SURABAYA

PDIP Surabaya ingin memenangkan Pilwali 2020. Untuk itu, PDIP terus menguatkan jajarannya untuk meraih estafet …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

if (function_exists('rns_reactions')) { rns_reactions(); }