Home / Liputan Presscon / Film “Ati Raja” Makassar

Film “Ati Raja” Makassar

Indonet7.com-Jakarta,30-10-2019-Ho Eng Dji adalah pencipta lagu Ati Raja yang sangat popular di Sulawesi Selatan. Sebuah lagu yang saraf makna dan penuh makna, di antaranya adalah ucapan rasa syukur pada Tuhan yang Maha Kuasa, bahwasanya Tuhan itu hanya satu (ESA). Tak lupa juga dalam liriknya dijelaskam hanya pada Tuhanlah kita memohon. Namun kendati manusia sudah berhasrat hanya Tuhan yang tahu dan mengabulkan mana yang Terbaik untuk diberikan pada umatnya.

7 November menyambut ultah kota Makassar yang ke-412 menjadi hari pertama penayangan sebuah film nasional yang inspiratif disutradarai oleh budayawan Bugis Makassar Shaifuddin Bahrum yang kerap disapa Daeng Uddin. Ia menampilkan vitalitas anak muda yang kreatif, produktif, berkarya, sosok Ho Eng Dji demi menginspirasi anak muda zaman Now.

“Lokasi syuting film ini di daerah Makassar, Barru, Pare-pare dan Gowa yang masih asri kala itu,“ ungkap Daeng Uddin, “Dalam masa sulit perjuangan kemerdekaan Ho Eng Dji terus berkarya meskipun berada di pengungsian.”

“Sungguh Ho Eng Dji adalah sosok seniman dan budayawan utama pada eranya. Bahkan seteIah kemerdekaan, hingga kini karya-karyanya Tetap abadi,” menambahkan produser Ancu Amar, “Ho Eng Dji, sosok yang meleburkan sekat – sekat etnik dalam masyarakat di Makassar.”

Film berjudul “Ati Raja” ini di Produksi (Persaudaraan Peranakan Tionghoa Makassar, 786 Production),Produser Eksekutif (Ir. Arwan Tjahjadi),Produser Pelaksana (Ancu Amar),Sutradara (shaifuddin Bahrum), Cerita (Shaifuddin Bahrum),Skenario (Ancu Amar, Yudikatif Sukatanya, Shaifuddin Bahrum),DOP (Indra Lucky),Penata Artistik (Deden Martinez) dan ara Pemain: Fajar Baharuddin (sebagai Ho Eng Dji),Jennifer Tungka (sebagai Soang Kie),Stephani Vicky Andries (sebagai Ho Eng Gwee),Chesya Tjoputra (sebagai Yang Tju),Goenawan Monoharto (sebagai Papa Ho Eng Dji),Yatti Lisal (sebagai Mama Ho Eng Dji),Zulkifli Gani Otto (sebagai Gubernur Belanda) serta didukung: Noufah A. Patajangi, Saenab Hasmar, Agung Iskandar, Wandy, Syahriar Tato, Kiki Hehanusa, dan lainnya.

Menurutnya,tidak ada istilah pribumi dan non-pribumi tapi masyarakat multi etnik lebur dalam satu yakni masyarakat Makassar.Menarik juga paparnya Ancu Amer yang ikut menulis skenario bahwa film Ati Raja adalah biopic Ho Eng Dji, peranakan Tionghoa Makassar yang lewat syair-syair lagunya “bicara” tentang pemaknaan hidup yang “lebih hidup”.

“Lewat syair lagu dan musik, ia bicara banyak hal, kearifan lokal, toleransi, dan cinta. Kesuksesannya di dunia musik tak semulus hidupnya. Hampir semua karyanya diberangus oleh pencabutan hak cipta lalu menjadikannya karya NN (No Name) sampai kini,” papar Ancu yang juga seorang acting coach alumnus IKJ.

Ho Eng Dji khusus diundang ke Istana Negara pada tahun 1950-an oleh Presiden Soekarno sebagai bentuk apresiasi atas kiprahnya Iewat seni, membangun kerukunan umat bermasyarakat, dan berbangsa. Maka sebagai apresiasi pada seniman-seniman yang terpinggirkan dari catatan sejarah inilah misi diproduksinya film ini.Film berjudul “Ati Raja” ini mulai tayang : 7 November 2019.(Slamet)

About admin

Check Also

Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2020 Siap Digelar

Jakarta, 15-Januari-2020-Gelaran musik Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2020 bakal berlangsung pada 28-29 Februari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

if (function_exists('rns_reactions')) { rns_reactions(); }