Home / Hukum dan kriminal / PN Bekasi Menerima Keberatan Terdakwah Korban R Ashari Adanya  Kriminalisasi hukum di Putuskan Bebas

PN Bekasi Menerima Keberatan Terdakwah Korban R Ashari Adanya  Kriminalisasi hukum di Putuskan Bebas

Indonet7.com-Bekasi,19 Agustus 2019- Pada sidang kali ini terdakwa Raden Ashari kasus Pengadilan Jakarta Selatan hari PN Bekasi akan memutuskan sidang Raden Ashari selaku Direktur PT.Karya Telindo Nusantara. Dalam sidang di PN Bekasi Menerima Keberatan Terdakwah Raden Ashari Bahwa Kasusnya Tidak di Sidang PN Bekasi.

Raden Ashari mengatakan,”Hal yang terbaik kita ambil saja hikmatnya, permohonan majelis hakim telah memutuskan adalah hal yang terbaik bahwa tidak ada yang menyatakan kalau Raden Ashari bersalah”.

Baik itu di putusan akhir maupun di pertimbangan-pertimbangan selanjutnya. Dan sekali lagi sejak awal diketahui tidak ada hubungan sama sekali dengan PN Bekasi baik itu mulai dari persiapan pelaksanaan, tindakan penandatanganan akta maupun penggunaan akta tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan PN bekasi.

Memang cukup di sesali kenapa baru sekarang ini di kuatkan bahwa ini bukan di PN Bekasi, jadi di tolak atas kewenangan relatif ini.”Dan kita ambil saja hikmatnya,”ungkapnya pada saat selesai mendengarkan keputusan PN Bekasi di dalam ruangan sidang tersebut.

“Mungkin tuhan memiliki rencana lain ada hal yang perlu saya ambil hikmatnya,”ujar Raden Ashari di depan para awak media pada saat wawancara di pengadilan negeri bekasi.

Dari kejadian ini kita bisa liat banyak yang dipertimbangkan dari kelemahan-kelemahan baik itu masalah materi mau legal sending untuk memproses perkara ini.Sejak awal kasus ini sudah dikatakan kriminalisasi yang di lakukan terhadap tersangka,mulai dari pihak kepolisian untuk menyuruh tersangka untuk memohon di kepolìsian karena mereka tidak sanggup menerima tekanan dari atasan mereka.Perkara ini hampir mustahil dibawa ke pengadilan, tapi dipaksakan untuk dilimpah ke jaksaan.Dan kejaksaan agak aneh penetapan bunyi P21 nya. Jadi dinyatakan cukup lengkap namun didalam penetapan P21 itu di sebutkan jaksa akan mempelajari dulu lebih langjut apakah akan dilimpahkan ke pengadilan atau tidak.Ini sudah aneh dan sudah nampak ada keraguan jaksa lebih langjut surat dakwaan itu sendiri sangat jauh berbeda dengan surat berkas perkara.

Jadi berkas perkara ini adalah laporan dari seorang ibu Joko Nurhani yang melaporkan anaknya tindak pindana pemalsuan di tahun 2014 dan sebagai dakwaan itu adalah kejadian di tahun 2016.Jadi dengan dalil kuasa sudah di cabut kuasa hukumnya masih menjual atau menggunakan surat kuasa tersebut.

Dan dari sini sudah berbeda dari berkas perkara dengan surat dakwaan bahkan saksi ahli pidana yang di hadirkan oleh penyidik di hadirkan kembali oleh jaksa penuntut umum di muka persidangan itu sudah mengatakan bahwa Raden Ashari tidak bisa di tuntut dengan pasal 26 ayat 1 mengenai memberikan keterangan palsu dan otentik.Dan ini sangat di paksakan,kami juga sempat melapor ke MA dan komisi yudisial karena ada introvensi di luar dari majelis hakim yang mengajukan perkara ini ada introvensi dari hakim lain di sini.

Raden Ashari bersyukur,”sudah putus walaupun jaksa masih pikir-pikir tetapi saya tetap optimis tuhan tidak tidur”.Jadi melalui perpanjangan tangan hakim selaku wakil tuhan untuk menegakkan keadilan dan saya berharap dalam dibalik kriminalisasi terhadap Raden Ashari yaitu Redaktur PT.Karya Telindo Nusantara.

Joko nirmala itu ada di belakang ini semua semoga laporan saya terhadap beliau atas penggelapan jabatan yang masih berjalan di polda metro jaya mendapatkan keadilan untuk segera di limpahkan ke pengadilan.

About admin

Check Also

UANG JAMAAH PT SBL HASIL SITAAN PN BANDUNG DI HABISKAN BERFOYA-FOYA UNTUK ISTRI-ISTRI AOM DAN GURU NGAJIPUN MENJERIT

Indonet7.com-Team awak media mendapatkan ada keganjilan dari hasil putusan PN Bandung mengenai kasus PT SBL …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

if (function_exists('rns_reactions')) { rns_reactions(); }