Home / Ekonomi & Bisnis / Mengembangkan Patriotisme Di Kisaran Bahaya Laten Khilafah Oleh Moderator Bpk C. Suhadi

Mengembangkan Patriotisme Di Kisaran Bahaya Laten Khilafah Oleh Moderator Bpk C. Suhadi

Jakarta, 22-08-2019-Kemenhan sudah merilis hasil studinya penelitian tahun 2017 kurang lebih sekitar 0,4% yaitu sekitar sejuta generasi milenial sekitar SMA dan ada 10 PTN, juga sekitar 3% dari TNI sudah terpapar Khilafah cirinya : anggota TNI tidak mau hormat lagi kepada Bendera, membalik belakangi bendera, dan tidak mau menyanyikan lagu Indonesia Raya sehingga jelas bahwa Khilafah sudah terpapar di milenial kaum muda Indonesia.

Diacara ini sangat luar biasa saya akan mengapresiasi acara ini dalam rangka untuk mengadakan diskusi kebangsaan berikut ini, karena ini luar biasa menurut saya. Sebab dari sinilah kesadaran berbangsa dan bernegara itu bisa terjadi bagaimana NKRI dan Pancasila harus diperjuangkan. Dan untuk itu bukan hanya kelompok yang ada diruangan ini saja tapi harus banyak orang, bahkan menurut saya itu harus sampai kedesa-desa ini harus dipahami oleh anak-anak bangsa dalam rangka mempertahankan pancasasila. Ungkap C. Suhadi diwawancarai di Hotel Rivoli kramat Jakarta Pusat.

Di Medsos juga terpapar Radikalisme, contoh : Di Kedutaan Besar China ada sekitar 1000 Mahasiswa di acara Proxy War bahwa Khilafah nyata, dan kemaren Khilafah ingin menggunakan Bp Prabowo, jadi Khilafah bukan bahaya laten lagi tapi bahaya nyata. Proxy War bukan lagi perang nyata tapi tidak ada bentuk, indikasinya dengan dibentuknya tiang-tiang politik agen kapitalis bisa state, bisa non state dengan tujuan untuk menguasai sumber daya alam karena Indonesia kaya akan sumber daya alam.

Bagaimana mungkin Dubes Arab datang saat Pilpres april 2019, bagaimana pengusaha singapura datang untuk menemui Calon Pres. RI 2019, itu jelas melanggar kode etik dan ada konflik kepentingan.

Saat ini isu agama sangat mudah digoreng-goreng dengan tujuan menghancurkan Negara tersebut dan masuk menelusup menguasai Sumber-sumber daya diIndonesia dimulai dari Timur Tengah.

Bagi saya memperjuangkan Islam secara Radikal itu bertentangan dengan Tauhid, tetapi juga eksistensi mahluk yang beragam sementara Kholik itu cuma satu, Jika Tuhan mau maka di Quran semuanya bisa dijadikan satu, tetapi Tuhan tidak karena Ada Yahudi, Islam, Kristen diijinkan, jadi singkatnya Patriotisme itu adalah tiang tiang politik dari agen kapitalis global yang ingin mengambil sumber daya di Indonesia, ujar Dosen dari Univ. Airlangga. Singkatnya bahwa Pancasila dan NKRI yang patut kita perjuangkan.

Bp Ust. Yuke Samirum, Bismillah…, Salam Sejahterah kita semua. Saya orang paling lemah kemaren di KPK diundang antara yang bikin Bom, yang ledakin Bom tapi pakaian saya yang paling seram karena ini ajaran mentor, saya sekolah S3 lulus umur th.1951 lulus Quran. Surat Selametan Yassin dari Lahir sampai Meninggal, Setan itu bisa menyesatkan manusia.

Orang beriman diberikan petunjuk oleh Allah. Kita ini bersaudara, apa dasarnya kita muslim 87% kalo bersatu kita kuat, tetapi saat ini malah terpecah-pecah. Yg diluar Muslim ada 2 yaitu Harbih , yg benci umat islam, dan yg satunya Jimny yang non muslim tetapi menjaga malahan melindungi muslim, jadi garda di depan.

Kalo pake ajaran Imam Syafei maka melihat , menatap wanita saja saat aksn Sholat maka sudah batal. Berbagai ajaran Islam yang justru bikin bingung dan menyesatkan. Jadi Rasul dijual dengan ingin menikahi beberapa wanita (Poligami) jadi Islam dirusak sendiri oleh orang orang Islam sendiri.

Berbuat Adillah sehingga bertakwa. Mudah2an kita mulai lembut dari diri kita sendiri, Insya Allah dengan tegaknya Pancasila sebab Kelima lima silanya ada di Islam, Amin.

Th 2000 sd 2017 ada sekitar 1700 orang eks Teroris. Saat ini ada sekitar 700 orang Indonesia menjadi militan ke Suriah dan sekitar 400 orang sedang berusaha kembali ke Indonesia.

Ivan bomber mengembom gereja didasari benci kepada gurunya karena tidak lulus lulus UAN, tapi saat ketangkep dipaksa paksa untuk mengaku ngaku sebagai jaringan teroris biar rame kata Ivan, ” Ujar Intel dari BIN.

Ada juga Polres Batanghari bergabung ke Suriah dan Beliau tewas di Suriah. Tragis Paham Radikal sejak PAUD, dari ekonomi kelas bawah hingga level tinggi, level Direktur karena motivasinya berbeda. Anak muda sekitar usia 15 tahun itu sasaran kelompok Radikal, karena dianak tirikan oleh Keluarganya, ada juga yang mencari jati diri, ada juga yang karena motifnya balas dendam.

Akhir kata, jangan beri ruang bagi yang sudah terpapar Ideologi Khilafah. Catatan menarik, jangan kita sembarangan memberi sumbangan amal, telusuri dan pelajari terlebih dahulu aliran dananya. Jadi tidak hanya Patriotisme, tetapi kita juga harus mewaspadai gerakan2 mengarah ke Khilafah.

Kesimpulannya, Khilafah itu bertujuan untuk memporak-porandakan suatu Negara, sehingga kita wajib mempertahankan NKRI dan menolak Paham Radikalisme dan Khilafah

About admin

Check Also

YAYASAN ANANTHA RAHARDJA ( Yanara ) Mengadakan Bakti Sosial Kesehatan Berupa Pemeriksaan Kesehatan

YAYASAN ANANTHA RAHARDJA ( Yanara ) mengadakan Bakti Sosial Kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan dan pengobatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

if (function_exists('rns_reactions')) { rns_reactions(); }