Home / Diskusi & Seminar / Review Politik Akhir Tahun”Ancaman Pilkada Tidak Langsung, Amandemen Konstitusi dan Kembalinya Oligarki

Review Politik Akhir Tahun”Ancaman Pilkada Tidak Langsung, Amandemen Konstitusi dan Kembalinya Oligarki

Indonet7.com-Jakarta, 8 Desember 2019-Review Politik Akhir Tahun”Ancaman Pilkada Tidak Langsung, Amandemen Konstitusi dan Kembalinya Oligarki yang berlangsung di hotel ibis jakarta pusat.

Adapun narasumber:
Noory okthariza (peneliti, Departemen dan perubahan Sosial, CSIS)
Arya fernandes (peneliti, Departemen politik dan perubahan Sosial, CSIS)
Philips J. Vermonte
Dwi Ria latifa(Politisi Partai Demokrat Indonesia Perjuangan)
Ace hasan syahzily(Politisi partai Golkar)
Edhert Gani( Peneliti, Departemen politik dan perubahan Sosial, CSIS)

Sampai sekarang presiden menampilkan amandemen dimana
mengatakan jika pilkada tidak langsung benar-benar dikembalikan, maka masyarakat harus tunduk pada keputusan partai politik. Partai pun bisa seenaknya bagi-bagi jabatan dan posisi.

Oligarki tampaknya saat ini tengah berupaya merebut kekuasaan dari Jokowi. Sebagai presiden pertama yang tidak berasal dari elit politik atau militer, Jokowi menjadi tantangan bagi dinasti-dinasti politik yang terbiasa memegang kendali atas cabang eksekutif. Hal itu dibuktikan dengan adanya usulan untuk mengakhiri pemilihan umum langsung, di mana presiden kembali dipilih oleh MPR, yang menurut para analis merupakan kemunduran bagi demokrasi.

Oligarki tampaknya saat ini tengah berupaya merebut kekuasaan dari Jokowi. Sebagai presiden pertama yang tidak berasal dari elit politik atau militer, Jokowi menjadi tantangan bagi dinasti-dinasti politik yang terbiasa memegang kendali atas cabang eksekutif. Hal itu dibuktikan dengan adanya usulan untuk mengakhiri pemilihan umum langsung, di mana presiden kembali dipilih oleh MPR, yang menurut para analis merupakan kemunduran bagi demokrasi.

Oligarki di Indonesia semakin dekat untuk mengamankan perubahan konstitusional untuk melucuti Presiden Joko “Jokowi” Widodo dari kekuatan utamanya, dalam suatu langkah yang pada akhirnya dapat mengakhiri pemilu langsung, menguji demokrasi di ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini, sejak jatuhnya diktator Suharto pada tahun 1998.

Dorongan untuk mengamandemen konstitusi ini semakin meningkat hanya beberapa bulan setelah Presiden Jokowi memenangkan periode kedua.

About admin

Check Also

Semangat Sumpah Pemuda 1928 Menghadapi Ancaman Saat Ini Terhadap Nasionalisme Pemuda / indonesia Dan Rakyat

Indonet7.com-Jakarta, 28-10-2019-Pada hari Sumpah Pemuda ini yang jatuh tanggal 28 Oktober 2019, dimana Diviisi Humas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

if (function_exists('rns_reactions')) { rns_reactions(); }