Home / Diskusi & Seminar / MRP Provokasi Mahasiswa Eksodus

MRP Provokasi Mahasiswa Eksodus

Indonet7.com-Jakarta,13-09-2019-Sebenarnya sebagian besar Oknum dari Majelis Rakyat Papua (MRP) diduga telah melakukan provokasi dan ancaman terhadap mahasiswa untuk melakukan eksodus. Berdasarkan data yang diterima, mahasiswa asal Papua yang paling banyak melakukan eksodus atau kembali ke Papua berasal dari Manado, meskipun Manado sendiri daerah yang tidak pernah bersinggungan dengan kasus rasisme.Mengapa Manado tempat asal terbanyak ?

Pada tanggal 26 Agustus tercatat terdapat 16 anggota MRP melakukan perjalanan dari Jayapura ke Denpasar via Timika yang diketahui menyebar ke beberapa daerah di Indonesia yang terdapat mahasiswa asal Papua belajar disana.

Khusus di Manado pada tanggal 29 Agustus bertempat di Asrama Mahasiswa Papua Cendrawasih dilakukan pertemuan antara oknum MRP dan mahasiswa Papua se Sulut dan Gorontalo yang membacakan maklumat MRP agar para mahasiswa kembali ke Papua.

“Bahkan waktu di asrama didatangi oleh oknum MRP, kami diberitahu bahwa kami harus kembali ke Papua. Karena orang Papua telah membumi hanguskan orang non Papua dan Katanya Papua akan segera merdeka sehingga kami harus membantu,” kata salah seorang mahasiwa yang tidak berani menyebutkan namanya.

Diduga salah seorang oknum MRP yang memprovokasi adalah Steady Penggu yang diketahui meninggalkan Jayapura pada tanggal 26 Agustus. Oleh karena itu, ada sekitar 750 asal Sulut dari kurang lebih 1.300 mahasiswa asal Papua yang sedang belajar diseluruh Indonesia yang kembali ke Papua atau eksodus.

Ketika mereka sudah kembali tiba di Jayapura dan daerah lainnya, mereka melihat bahwa kondisi Papua baik-baik saja. Memang terdapat sisa-sisa kerusuhan di Jayapura, namun kehidupan telah berjalan normal seperti sediakala.

Namun ketika mereka ingin kembali ke daerah mereka melakukan studi dengan menggunakan pesawat Hercules yang disediakan oleh Panglima TNI, para oknum MRP tersebut kembali memprovokasi untuk tidak kembali ke daerah asal studi.

Mereka melarang kami kembali, “Kata mereka kami harus mendapat izin dulu dari Gubernur Papua baru kami bisa kembali. Padahal sebagian besar kampusnya telah mulai masa kuliah, itulah mengapa mereka ingin segera kembali ke kota asal studi,ungkap akhirnya.(ariyanti)

About admin

Check Also

Rakernas Peradi 2019 Angkat Tema Pertahankan Peradi Sebagai Wadah Single Bar

Surabaya, Kegiatan Rakernas Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) yang digelar selama 2 hari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

if (function_exists('rns_reactions')) { rns_reactions(); }