Home / Diskusi & Seminar / Kelompok Non-Kekerasan yang Terlarang di Indonesia

Kelompok Non-Kekerasan yang Terlarang di Indonesia

Jakarta,22 Maret 2018-Fakta dan kebenaran seperti apa yang ditemukan dalam penelitian Indonesian Muslim Crisis Center (IMCC) berkerjasama dengan PPIM UIN Jakarta dalam program CONVEY tentang kelompok-kelompok yang dilarang negara?

Lantas apa sebenarnya di balik aksi-aksi persekusi dan diskriminasi atas nama agama sebagaimana menimpa Gafatar? Apakah hal ini akan semakin marak hingga 2019?LBH Jakarta Jl. Diponegoro No. 74, Menteng, Jakarta Pusat.

Adapun Narasumbernya :
1. Robi Sugara (IMCC)
2. Bonar Tigor Naipospos(Setara Institute)
3. Dr. Ali M. Abdillah, MA (MUI)
4. Aldam Mirza(Eks-Gafatar)
5. Asfinawati (YLBHI)
Moderator:
Hilaludin Safary (Aktivis HAM)

Diskusi Publik dengan tema,” Kelompok Non Kekerasan Yang Terlarang”,Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) adalah organisasi yang dilarang sejak tahun 2016,dengan adanya distriminasi dan pengusiran serta pemulangan paksa ke daerah masing-masing.Pengalaman Gafatar,dikenal sebagai radikalisasi Robi sugara dari Indonesia Muslim Crisis Center (IMCC).Dimana Gafatar melalukan kekerasan atau disebut teroris,kita tahu Gafatar adalah sebuah organisasi kemasyarakatan yang mana program-programnya mensosialisasikan ajaran-ajaran Pancasila tetapi di sebut berbahaya (extremisme)oleh pemerintah dan dinyatakan sesat oleh MUI.

Dalam literatur yang diterbitkan dan wawancara,tidak ditemukan ajaran-ajaran Gafatar yang membolehkan cara-cara kekerasan kecuali kelompok ini hanya di sebutkan oleh media sebagai kelompok yang berbahaya.Narasinya sangat jelek membahayakan,mengapa Gafatar sangat penting?mereka keluar dari ISIS tapi mereka gabung ke kelompok-kelompok kekerasan juga.Mereka merasa dimiskinkan dan bahkan hartanya habis untuk membangun negara islam.Gafatar kita lihat sosoknya bahwa Gafatar pengikut Milah Abraham tapi Gafatar kita lihat secara kontes adanya transpormasi kekerasan.Tujuan dari gerakan kami untuk merubah dengan tidak memakai kekerasan.
Dilihat dari konsep-konsep pasar,
Soal hijrat kenapa orang-orang melihat masalah bagi kelompok-kelompok Gafatar.

Gafatar ini unik maka kehidupan di pesantren akhirnya mereka di paksa dan dipulangkan ke daerah masing-masing.Pemerintah akhirnya memutuskan bahwa Gafatar adalah organisasi yang terlarang. Pelarangan tersebut semakin diperkuat dengan dikeluarkannya surat Ditjen Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri RI Nomor 220/3657/D/III/2012 tangga 20 November 2012. Namun sayang surat larangan tersebut sepertinya tidak menyurutkan niat para pemimpin dan anggota Gafatar untuk memperluar organisasi mereka di Indonesia.

Hingga akhirnya di awal Januari 2016 ini semua perhatian masyarakat tertuju pada organisai yang diikuti oleh beberapa pegawai negeri sipil (PNS) yang telah dinyatakan hilang di beberapa daerah. Selain banyaknya orang hilang karena mengikuti organisasi tersebut, inilah beberapa fakta tentang organisasi Gafatar yang harus kamu tahu.

Organisasi ini menjelaskan dasar pemikiran berdirinya Gafatar. “Patut digaris bawahi, Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR) didirikan bukan atas dasar kepentingan kelompok, golongan, aliran, suku, agama, kepercayaan atau ras manapun.

Dasar pemikiran terbentuknya Gafatar juga dijelaskan bahwa Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR) adalah Organisasi Kemasyarakatan yang bertekad untuk memperjuangkan Keadilan, Kemakmuran, dan Kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia menuju tatanan kehidupan damai sejahtera, dengan jalan mengembalikan jati diri dan nilai-nilai luhur bangsa, serta mengangkat harkat, martabat dan kejayaan Nusantara di tengah-tengah percaturan dunia.
Ketiga, tak banyak orang yang tahu bahwa Gafatar adalah organisasi terlarang di Indonesia.

Millah Abraham atau Millah Ibrahim
Anggota Gafatar disebut sebagai pengikut Millah Abraham.Ibrahim adalah sosok manusia teladan yang mampu membuktikan kecintaannya hanya kepada allah,
Meski harus meninggalkan orang tua dan bangsanya,bahkan bersedia untuk mengorbankan anak-anakmya yang dikasihinya.

Dari 16 narasumber yang di wawancarai adalah mantan NIIKW9
Tertarik dengan aksi sosialnya seperti kerja bakri dan donor darah
Tidak kecewa dengan Gafatar karena yang dilakukan oleh Gafatar menolong kehidupan ekonominya.
Kecewa dengan kebijakan pemerintah yang memulangkan paksa mereka.Pengalaman Gafatar adalah menandakan bahwa sebuah kelompok akan selalu dinyatakan bermasalah meski pro Pancasila atau non kekerasan tetapi bersebrangan dengan agama atau kelompok mainstream dan atau memiliki sejarah yang kelam.
Transpormasi gerakan jika dilihat dalam kasus ahmad Mushaddeq dari pemberontakan(ekstrem) ke jalan damai menjadi penting bagi pemerintahan.(yanti)

About admin

Check Also

Rakernas Peradi 2019 Angkat Tema Pertahankan Peradi Sebagai Wadah Single Bar

Surabaya, Kegiatan Rakernas Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) yang digelar selama 2 hari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

if (function_exists('rns_reactions')) { rns_reactions(); }