Home / Diskusi & Seminar / Dialog FGD “Milenial Dalam Pusaran Hoax dan Masa Depan Bangsa”

Dialog FGD “Milenial Dalam Pusaran Hoax dan Masa Depan Bangsa”

Indonet7.com-Jakarta,Rabu, 16 Oktober 2019-Dialog FGD “Milenial Dalam Pusaran Hoax dan Masa Depan Bangsa”.Jangan sampai Eradigital ini mempurukan dan menenggelamkan Republik Indonesia.”Pertama-tama kita bersyukur kehadirat Tuhan yang maha esa,Allah SWT atas karena ridho dan ijinnya kita dapat hadir di sini.Ini adalah dimana kita mengelolah di hulu keamanan.

Untuk pengelolaan di hulu ada sistem-sistem inferaktif.Oleh karena itu kita dialog,kami selaku pengembang Kamtibmas Rana hukum serta pelayanan ingin mendapatkan masukan-masukan yang strategis.Karena Polri sadar tidak bisa bekerja sendiri untuk melaksanakan tugas pokok serta fungsinya dan perlu berbagi informasi dalam masyarakat dan berbagai pokok-pokok pikiran bahkan dari adik-adik mahasiswa yang mempunyai pikiran idealisme untuk membangun bangsa ini.

Kali ini kita mengambil tema “Melineal Dalam Pusaran Hoax dan Masa Depan Bangsa”.Lalu kita bicara hoax erat kaitannya dengan Eradigital for your info mungkin kita akan memasuki erat di tulis di sini bagaikan dua sisi tajam pisau erateknologi informasi atau eradigital.

Salah satu sisi kita dapat kombinasi satu konten semua narasi dan visualisasi secara cepat tetapi yang positif yang mengajak hal-hal yang membangun negara,menghimbau dan membentuk opini yang positif dengan misi yang baik untuk semua kalangan yang baik akhirnya NKRI tetap utuh dan pembangunan nasional terwujud.

“Tetapi sisi lain kita semua tahu bahwa Eradigital ini kalau tidak di kelolah luar biasa bahayanya sudah banyak contoh masih terlintas di depan mata kita seperti Papua”, dan ini sangat luar biasa bagaimana ada gambar shiringshoot korban beberapa tahun yang lalu di Tolikara berdarah tetapi diaploup pada saat kejadian di mess saudara-saudara kita di Surabaya akhirnya ada kata-kata itu disandingkan dengan korban atau jiwa sedaerah senasib sepanggungan.

Papua bergejolak tidak sedikit nyawa melayang dan ini kita selidiki dan dalami ada desainer nya kita sudah tangkap desainernya untuk kepentingan-kepentingan politik untuk memanfaatkan momentum sidang PBB.

Untuk mengaplikasi PBB masuk ke Papua.Ini harus kita kelolah di ruangan ini banyak lagi isu-isu lain yang terkait dengan hoax.Berbagai gangguan keamanan sangat luar biasa bahkan tidak sedikit korban bukan hanya korban luka berat tapi korban luka permanen atau luka ringan tetapi korban meninggal dunia karena hoax.

Antar kampung berkelahi suatu saat kalau kita tidak kelolah bersama hoax apa lagi pada adik-adik yang hidup di jaman mileneal ini bisa jadi kita akan terbelah-belah founder kita sudah sangat tepat mempersatukan kita dengan Pancasila dan bhineka tunggal ika sama dengan Eradigital bukan lautan tapi kolam susu.”ujar Humas polri Bapak Igbhal.

Semua nikmat yang maha kuasa di Indonesia ini beragam kebudayaan,suku dan berbagai beragam makanan adat istiadat.
Dan beragam agama dan lain sebagainya.Kekayaan kita yang miliki tidak di miliki di negara lainpun.ini merupakan berkah atau hal-hal yang sangat luar biasa malah sebaliknya apabila kita tidak kelolah dengan baik mewujudkan tunggal Ika kesatuan negara RI tetap utuh.

satu sisi negatif dari zaman digital ini adalah sebaran hoax yang semakin merajalela. Hoax itu sendiri adalah sebuah informasi yang pada kenyataannya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya. Lebih-lebih disaat sekarang ini, yang dimana Indonesia sedang memasuki tahun politik. Pasti banyak sekali oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang dengan sengaja menyebarkan hoax.

Hoax yang mereka sebarkan dapat berupa keburukan-keburukan dari salah satu kandidat politik yang mereka tidak dukung. Mereka dengan sengaja menjual kebenaran dengan kebohongan agar kandidat yang mereka dukung menang. Hoax tersebut mereka sebarkan dari segala arah terutama yang sering kita temui di media sosial. Lalu apa dampak yang akan ditimbulkan? Dampak yang akan ditimbulkan adalah dapat mengacaukan pikiran masyarakat, terutama untuk generasi milenial yang sering menjadi sasaran empuk hoax, karena generasi milenial tidak bisa mengontrol emosinya. Jadi, pihak yang sangat potensial menghadang berita hoax adalah generasi milenial. Pikiran menjadi kacau tidak hanya di dunia maya, melainkan juga di kehidupan nyata. Pikiran masyarakat untuk memilih kandidat politik menjadi kacau karena masyarakat membaca berita hoax tentang keburukan kandidat politik yang mereka dukung yang pada kenyataannya tidak benar sehingga dapat memicu perselisihan, keributan serta ketidaktenangan sosial dan menyangkut politik dan SARA dapat membelah bangsa.

Lalu sekarang apa tugas kita sebagai generasi milenial? Tugas kita sebagai generasi milenial adalah dengan berjihad melawan hoax tersebut, yang dulunya pemuda Indonesia berjihad melawan penjajah, sekarang pemuda Indonesia lebih tepatnya generasi milenial berjihad melawan hoax. Generasi milenial harus siap menggerakkan potensinya untuk melawan hoax sebagai wujud menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kemudian menolak politik identitas dan mendukung pilpres yang demokratis, jujur, dan juga berkualitas. Generasi milenial harus tahu juga, mana berita hoax dan mana berita yang benar. Kita harus pandai-pandai menggunakan teknologi informasi untuk mengakses, mengelola, mengintegrasikan, menganalisa, mengevaluasi informasi, membangun pengetahuan, dan berkomunikasi dengan orang lain agar dapat berperan efektif dalam masyarakat untuk mengidentifikasi berita tersebut. Jika ada kejanggalan di dalam berita tersebut, maka dapat dipastikan itu adalah hoax.

Maju dan tidaknya sebuah bangsa, tergantung generasi yang ada di dalamnya. Jika kita sebagai generasi yang tidak mau peduli akan pentingnya menjaga bangsa ini dengan cara melawan dan memberantas berita hoax, maka dapat dipastikan negara dan bangsa kita akan hancur, punah dan lenyap. Bukan hanya itu, kredibilitas dan kehilangan kepercayaan secara sosial menjadi menurun. Begitu juga sebaliknya, jika kita sebagai generasi milenial sangat peduli akan masa depan bangsa kita, otomatis bangsa kita akan selalu aman dan damai sehingga bisa terwujudnya keberlanjutan pembangunan nasional.

Kata Sambutan
Irjen. Pol. Mohammad Iqbal, S.I.K., M.H(Kepala Divisi Humas Polri)
Narasumber
Ali Mochtar Ngabalin
Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden
Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika – Kemenkominfo
Brigjen. Pol. Albertus Rachmad Wibowo, S.I.K., M.I.K
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri
Dr. Emrus Sihombing
Pakar Komunikasi Politik
Respiratori Saddam Al Jihad
Ketua Umum PB HMI
Moderator
Fristian Griec

About admin

Check Also

Deklarasi Aliansi BEM Se-DKI Jakarta “Kondusifitas DKI Jakarta Damai”

Indonet7.com-Cisarua Bogor,Sabtu 19 Oktober 2019- Para mahasiswa dalam rangka menjaga keutuhan kesatuan dan persatuan bangsa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

if (function_exists('rns_reactions')) { rns_reactions(); }