Home / Berita dalam peristiwa / Warga Meminta Tegas Pemerintah Menindak Ritel Yang Berada di Pelosok Pemukiman

Warga Meminta Tegas Pemerintah Menindak Ritel Yang Berada di Pelosok Pemukiman

Jakarta,Indonet7.com-Maraknya Ritel di Jakarta tidak sedikit membuat masyarakat, khususnya pegiat UMKM, merasa cemas. Ini dikarenakan Ritel yang awalnya hanya diperbolehkan berada di jalan-jalan protokol, sekarang sudah menjamur hingga ke permukiman warga.

Menanggapi kisruh yang terjadi di tengah masyarakat, Pengamat Kebijakan Perkotaan Rudi Darmawanto mengatakan, sebenarnya Perda Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perpasaran  mengatur secara jelas keberadaan Ritel atau toko swalayan. 

Menurutnya, Ritel atau toko serba ada seharusnya tidak berada di tengah tengah permukiman. Tapi di jalan jalan raya sehingga tidak mengganggu keberlangsungan UMKM seperti warung warung yang di kelola masyarakat.

“Keberadaan ritel seperti Indomaret Alfamaret ditengah tengah permukiman warga sudah menyalahi aturan Perda Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perpasaran di DKI yang melarang ritel ini berada di daerah permukiman warga yang mendapat mematikan usaha warga. Perda No 2 Tahun 2018 tentang Perpasaran ini  memberikan perlindungan bagi perekonomian warga Jakarta karena dalam perda ini diatur tentang pendirian pasar swalayan dan ritel  termasuk toko toko sejenis alfamaret dan Indomaret  yang tidak boleh mengganggu pertumbuhan  UMKM,” ungkapnya  kepada masyarakat dan UMKM pada sosialisasi Perda tentang Perpasaran di  Kramat Jati Jakarta, Sabtu (9/3/2019).

Dijelaskannya, banyak masyarakat yang menolak keberadaan ritel ini namu Pemerintah daerah seakan ajan tidak kuasa untuk lelarang munculnya ritel-ritel tersebut di pelosok permukiman warga. 

“Banyak masyarakat menginginkan jangan sampai ritel masuk ke pelosok-pelosok. Ini harus dihentikan karena menggangu usaha UMKM yang ada di tengah-tengah masyarakat . ” Imbuhnya.

Rudi meminta Pemda DKI mau melindungi pelaku UMKM dengan tidak memberikan izin ritel beroperasi di kawasan pelosok permukiman warga

“Sepanjang penataan lokasi ritelnya sesuai   warga sekitar pasti tidak menolak dan usaha mereka  Idak   akan mati. Pemda juga harus mempertimbangkan laspek sosial warga sekitar,” jelasnya. 

Ditegaskannya, Pemda DKI juga harus melakukan pengawasan terhadap pertumbuhan ritel ritel dan toko swalayan di tengah tengah masyarakat agar jangan sampai menimbulkan konflik  sosial.

“Perlu pengawasan dari Pemda terhadap pertumbuhan ritel yang ada di pelosok pemukiman warga  dan saya melihat Pemda kurang melakukan pengawasan terhadap pertumbuhan ritel Alfa mart dan Indomaret di permukiman warga,” tegasnya 

Sementara itu, pelaku dunia usaha, Bambang Wiyogo tidak menyalahkan masyarakat yang menolak menjamurnya keberadaan ritel di tengah-tengah permukiman warga.

Menurutnya, masyarakat kecil pelaku UMKM juga punya hak untuk mendapatkan kesempatan berusaha, dan kalau banyak ritel di tengah tengah masyarakat maka akan mematikan usaha UMKM 

“Wajar saja bila mereka menolak keberadaan ritel di pelosok permukiman mereka, sebab dengan adanya ritel tersebut mereka pedagang kecil sembako dan kebutuhan rumah tangga dipastikan usahanya akan mati kalah bersaing dengan ritel yang memiliki jaringan dan permodalan yang kuat,” katanya. 

Di Jelaskan nya, memang pengusaha ritel juga dijamin melakukan usahanya oleh pemerintah, tetapi jangan sampai usaha masyarakat kecil mati karena keberadaan mereka.

“Mereka para pengusaha ritel ini boleh saja mengembangkan bisnisnya, tapi  harus sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah dan tidak merusak keberlangsungan usaha mikro kecil dan menengah,” tegasnya

Bambang meminta pemerintah tegas menerapkan peraturan tentang ritel ini dan melakukan pengetatan pengawasan terhadap keberadaan ritel. 

“Pemerintah harus tegas dan kalau perlu memperketat pemberian izin bagi pelaku bisnis ritel. Kalau mereka membandel cabut izinnya dan ritel yang ada di pelosok segera ditertibkan,” pungkasnya

About admin

Check Also

Penyelesaian Pembayaran Polis Nasabah Asuransi Kresna

PT Asuransi Jiwa Kresna (Kresna Life) menyampaikan kembali Jadwal Rencana Penyelesaian Polis PIK dan K-LITA …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

if (function_exists('rns_reactions')) { rns_reactions(); }