Home / Berita dalam peristiwa / Rosyid Arsyad : Jelang Kabinet Kerja Jilid 2, Dukung Presiden Rombak Menteri dan Pejabat Perusahaan BUMN

Rosyid Arsyad : Jelang Kabinet Kerja Jilid 2, Dukung Presiden Rombak Menteri dan Pejabat Perusahaan BUMN

Jakarta – Buruknya kinerja beberapa perusahaan plat merah milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi sorotan tersendiri. Diantaranya bahkan meminta Presiden Joko Widodo untuk mengganti posisi Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri lainnya yang menghambat Indonesia Lebih Maju.

Diantaranya adalah Komite Pedagang Pasar (KPP) relawan militan Jokowi Ma’ruf Amin, yang menilai kinerja BUMN selama kepemimpinan Rini tak jua menemui perbaikan bahkan beberapa perusahaan BUMN mengalami kerugian dan menteri lainnya yang tidak patuh perintah Presiden Jokowi.

“Menteri BUMN harus bertanggung jawab terhadap buruknya kinerja perusahaan BUMN, selain itu mendukung pak Jokowi rombak Menteri gantikan oleh orang yang mempunyai kapasitas, dedikasi dan loyal memajukan serta harus paling utama kepentingan negara Indonesia dan tidak ada kepentingan pribadi untuk mencari pundi pundi harta” kata Abdul Rosyid Arsyad Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP), Selasa (30/4).

Rosyid juga mendukung segera Presiden Jokowi merombak Kabinet dan mengusulkan beberapa komisaris serta direksi BUMN harus dirombak, dalam upaya penyegaran SDM yang profesional sesuai bidangnya yang mampu lebih memajukan negara Indonesia.

“Menteri harus dirombak dan banyak komisaris serta direksi BUMN yang tak sesuai pada bidangnya. Jangan sampai salah memilih yang akibatnya berujung menghambat dan memperburuk citra Pak Jokowi, hanya karena kinerja menteri dan para komisaris dan direksi BUMN apalagi sampai kena KPK,” tegasnya.

Rosyid pun kembali memberikan saran kepada Presiden Jokowi, untuk bisa seleksi yang mengisi kabinet kerja jilid 2 dan menunjuk nama lain untuk menjadi Menteri BUMN dalam kabinet kerja Jilid 2.

“Saran kami tempatkan orang yang sesuai dan memang bidangnya baik yang mengisi posisi kabinet dan komisaris serta direksi BUMN” tutup Rosyid.

Sebelumnya Ekonom Universitas Indonesia, Faisal Basri menyindir Menteri BUMN Rini Soemarno yang tidak cakap dalam memilih pemimpin untuk perusahaan sekelas PT. Garuda Indonesia (GIAA). Imbasnya, Kinerja perusahaan plat merah itu dianggap tak bisa membaik.

“Sebuah perusahaan nakhoda-nya harus stabil. Tapi bagaimana membawa kapal induk kalau pemimpin suka diganti. Selama ini Bu Rini kerjanya bongkar pasang,” katanya kepada CNBC Indonesia, Jumat (26/4/2019).

Menurutnya, selama Rini Soemarno menduduki jabatan sebagai Menteri BUMN, setidaknya sudah tiga kali merombak Direktur Utama Garuda. Di antaranya adalah Emirsyah Satar (2005-2014), M Arif Wibowo (2014-2017) yang merupakan mantan Direktur Utama Citilink dan pernah dipimpin juga oleh Pahala Mansuri (2017) yang merupakan Mantan Direktur Keuangan Bank Mandiri. Saat ini GIAA dipimpin oleh Ari Ashkara. (Ariyanti)

About admin

Check Also

Penyelesaian Pembayaran Polis Nasabah Asuransi Kresna

PT Asuransi Jiwa Kresna (Kresna Life) menyampaikan kembali Jadwal Rencana Penyelesaian Polis PIK dan K-LITA …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

if (function_exists('rns_reactions')) { rns_reactions(); }