Home / Berita dalam peristiwa / Pengusaha: Surabaya Butuh Hutan Kota*

Pengusaha: Surabaya Butuh Hutan Kota*

Indonet7.com-Hari Jumat 10 Januari 2020 nanti masyarakat dunia memperingati Hari Sejuta Pohon Sedunia. Menjelang hari tersebut, tokoh pengusaha asal Surabaya Sutjipto Joe Angga mengatakan, peringatan Hari Sejuta Pohon Sedunia memiliki arti yang lebih penting dari sekadar peringatan atau perayaan.

“Yang paling penting adalah komitmen menanam dan merawat pohon itu sendiri supaya lingkungan kita selalu terjaga dan asri. Kita juga tahu banyak pohon tumbang di Surabaya kemarin, ini semakin mendesak kita untuk memperhatikan dan merawat pohon-pohon yang ada di kota ini,” ujar Angga, Surabaya (8/1/2020).

Ia menambahkan, “Untuk jenis tanaman pohon yang di jalur hijau atau tepi jalan perlu dipertimbangkan yang lebih kuat akarnya, juga perlu diperhatikan cara tanamnya.”

“Pohon adalah makhluk hidup dengan kemampuan luar biasa. Pohon bisa berfotosintesis sehingga bisa mengurangi kadar karbondioksida di udara dan menghasilkan oksigen yang sangat dibutuhkan oleh manusia dan hewan,” tambahnya.

Angga juga mengatakan pentingnya Surabaya memiliki hutan kota yang bisa menyejukkan dan menyehatkan kota. Hutan kota yang ia maksud adalah kawasan khusus di Surabaya yang ditutupi pepohonan dan dibiarkan tumbuh secara alami menyerupai hutan, tidak tertata seperti taman, dan lokasinya berada di dalam atau sekitar perkotaan.

“Hutan kota ini bermanfaat untuk mengurangi degradasi lingkungan kota yang diakibatkan oleh dampak negatif pembangunan. Selain mempunyai fungsi perbaikan lingkungan hidup, saya pikir hutan kota juga memiliki fungsi estetika,” ujar Angga.

Pria yang disebut akan maju pada pemilihan Wali Kota Surabaya itu menambahkan, pengertian Hutan kota menurut PP No.63 tahun 2002 adalah suatu hamparan lahan yang bertumbuhan pohon-pohon yang rapat di dalam wilayah perkotaan baik pada tanah negara maupun tanah hak, yang ditetapkan sebagai hutan kota oleh pejabat yang berwenang.

“Menurut saya, hutan kota penting untuk keseimbangan ekologi manusia dalam berbagai hal seperti, kebersihan udara, ketersediaan air tanah, pelindung terik matahari, kehidupan satwa dalam kota dan juga sebagai tempat rekreasi,” kata pengusaha yang juga politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

*Urgensi Hutan Kota*

Angga berpendapat, hutan kota bisa mengurangi dampak cuaca yang kurang baik seperti mengurangi kecepatan angin, mengurangi banjir, memberi keteduhan. Juga memberikan efek pengurangan pemanasan global.

“Hutan kota bisa menambah estetika lanskap kota yang indah. Surabaya akan menjadi gersang kalau tidak ada pepohonan hijau. Paduan keindahan alam dan bangunan modern bisa membentuk kota yang lebih estetik. Lihat aja kota-kota seperti Singapura, London, dan Tokyo yang menjadi terlihat lebih indah karena punya taman-taman yang hijau dan rimbun,” terang Angga.

Ia menambahkan, keberadaan hutan kota bisa mempengaruhi iklim mikro di Surabaya dan sekitarnya, seperti menurunkan suhu permukaan tanah. “Kalau Surabaya memiliki hutan kota bakal akan terasa lebih sejuk udaranya. Ini akan sangat bermanfaat terutama bagi kota beriklim tropis seperti di Surabaya,” kata Angga.

Tanah hutan dan pepohonan yang menutupinya, menurut Angga, memiliki kemampuan mengatur tata air. Pada musim hujan, bisa menampung air hujan agar tidak langsung mengalir ke tempat lebih rendah sehingga mengurangi risiko banjir. Sedangkan pada musim kemarau bisa menyediakan air tanah yang disimpannya untuk digunakan warga kota.

“Hutan kota bisa menekan polusi, yang mulai meningkat di Surabaya. Keberadaan pepohonan bisa menekan polusi berbahaya. Daun-daun yang rimbun mampu menyaring debu, kotoran dan gas berbahaya lainnya, kata Angga.

“Kan gas karbondioksida itu salah satu gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global. Nah, hutan atau pepohonan merupakan penyerap gas karbondioksida yang efektif dari udara,” imbuhnya.

Angga berujar, “Keberadaan hutan kota adalah kebutuhan kita semua. Menciptakan banyak hutan kota di Surabaya adalah seuatu keniscayaan. Itu impian saya, merevitalisasi kota ini dengan mengubah tanah-tanah yang kurang produktif menjadi hutan kota.”

“Tidak tertutup kemungkinan, kalau perlu pilih jenis kayunya yang punya nilai komersial cukup tinggi seperti Mahoni dan Acasia Mangamium. Bagus untuk bahan furniture dan flooring. Bisa dipanen sebelum berumur lima tahun,” tutup Angga.

About admin

Check Also

Penyelesaian Pembayaran Polis Nasabah Asuransi Kresna

PT Asuransi Jiwa Kresna (Kresna Life) menyampaikan kembali Jadwal Rencana Penyelesaian Polis PIK dan K-LITA …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

if (function_exists('rns_reactions')) { rns_reactions(); }