Home / Berita dalam peristiwa / Pembumian Pancasila Mendesak, Ancaman Idiologi Lain Mengintai

Pembumian Pancasila Mendesak, Ancaman Idiologi Lain Mengintai

Tigor Mulo Horas Sinaga, Direktur Eksekutif Generasi Optimis Research & Consuting bersama Baby Jim Aditya M.Psi., Psikolog Deputi Pendidikan & Pelatihan BPIP

Jakarta, 2-12-2019-Ketua Bidang Pemuda Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) DKI Jakarta Tigor Mulo Horas Sinaga mengapresiasi giat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP-RI) yang mendorong habituasi Pancasila dalam merawat keberagaman melalui program pendidikan dan pelatihan pembinaan ideologi Pancasila bagi 36 organisasi keagamaan dan kepemudaan tingkat nasional di Grand Aquila Bandung, 28 November – 1 Desember 2019.

Horas menilai ikhtiar pembumian nilai-nilai Pancasila merupakan langkah prioritas yang perlu Pemerintah lakukan karena ancaman intoleransi yang meningkat.

“Pembumian nilai-nilai Pancasila sebagai dasar filsafat negara adalah untuk melatih masyarakat mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan berbangsa. Serta untuk mencegah terjadinya konflik antar suku, agama, dan daerah,” ujar Horas, Jakarta (2/12/2019)

Pemahaman nilai-nilai Pancasila akan menciptakan dan menumbuhkan jiwa persatuan dan kesatuan. Horas menambahkan, “Awal mula runtuhnya suatu negara bukan disebabkan dari serangan eksternal melainkan disebabkan juga dari internal. Maka dari itu ikhtiar pembumian Pancasila penting agar masyarakat saling menghormati dan tidak mengalami perpecahan.”

Ikhtiar pembumian Pancasila yang dilakukan BPIP dinilai Horas bukan sekadar visi abstrak dalam memperkokoh persatuan bangsa, namun menyasar langsung kepada ajaran praktis perilaku masyarakat serta tata kelola pemerintahan yang baik dan benar.

Untuk itu demi menjaga serta melestarikan nilai-nilai Pancasila, maka giat pembumian Pancasila kepada generasi penerus perlu terus digencarkan.

*Ancaman terhadap Pancasila*

Ketua Bidang Pemuda PGLII Jakarta itu juga berbicara bahwa saat ini Pancasila menghadapi ancaman laten, yakni radikalisme, manipulator agama dan intoleransi.

“Pembumian Pancasila itu mendesak sifatnya, karena jika tidak dilakukan, maka Pancasila bisa kalah dengan ideologi lain. Karena itu ancamannya nyata. Ancaman intoleransi itu ada. Kemarin ada dosen yang simpan bom molotov di rumahnya,” kata Horas.

Pria yang juga Direktur Eksekutif Generasi Optimis Research and Consulting itu mengatakan Pancasila memang telah berhasil menjadi pemersatu bangsa Indonesia, namun Horas berpendapat Pancasila harus diperkuat.

Menurutnya, bangsa Indonesia tidak bisa selama-lamanya selalu menganggap Pancasila itu sakti.

“Pancasila memang sakti. Tetapi jika dinamika internal kita tidak diantisipasi dengan ikhtiar pembumian ideologi Pancasila, saya khawatir Pancasila terkalahkan oleh ideologi luar yang sektarian dan intoleran,” tutur Horas.

Pria yang juga pemerhati intelijen dan politik itu mengatakan perlu ada ada revitalisasi dan resosialisasi Pancasila. Semua demi makin terintegrasinya nilai-nilai Pancasila dalam sanubari dan praktik kehidupan masyarakat.

“Indonesia di ambang bahaya kalau Pancasila tidak kita bumikan. Kami mendorong BPIP semangat dalam membumikan Pancasila, jika perlu gandeng elemen-elemen masyarakat, ” kata Horas.

Ia juga mengingatkan, BPIP jangan hanya membumikan nilai-nilai Pancasila bagi rakyat, tapi juga bagi para elite politik.

“Pak Jokowi dan BPIP lima tahun ke depan perlu serius mendaratkan Pancasila dengan baik dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Horas.

(ariyanti)

About admin

Check Also

Satu buah Granat Meledak dikawasan Monas 2 Anggota TNI menjadi korban ledakan

Jakarta, 3-12-2019-Peristiwa ledakan di monas ini di duga dari granat asap dan dalam kejadian ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

if (function_exists('rns_reactions')) { rns_reactions(); }