Home / Berita dalam peristiwa / GORC USULKAN PP SYARAT NIKAH, 3 HAL PERLU SEBELUM MENIKAH

GORC USULKAN PP SYARAT NIKAH, 3 HAL PERLU SEBELUM MENIKAH

Rencana penerapan bimbingan/kursus pranikah oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mendapat sambutan hangat dan positif dari kalangan ulama dan cendikiawan.

Setelah Majelis Ulama Indonesia menyatakan dukungannya, giliran Generasi Optimistis Research And Consulting secara terbuka mengutarakan dukungan penuh atas program kursus yang dikabarkan akan dimulai tahun 2020 itu.

Generasi Optimis Research And Consulting menyatakan pernikahan adalah elemen sangat penting dalam sebuah negara. Oleh karena itu, kursus persiapan nikah bagi para pasangan yang hendak berumah tangga adalah suatu ikhtiar yang penting dilakukan.

Direktur Generasi Optimis Research And Consulting, Tigor Mulo Horas Sinaga mengatakan Generasi Optimis Research And Consulting sangat mendukung langkah Pemerintah yang diinisiasi oleh Menko PMK.

“Bahkan kami mengusulkan agar Presiden menerbitkan Peratuan Pemerintah terkait usul Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy agar peraturan tersebut boleh lebih mengikat dan memiliki dasar hukum yang kuat,” kata Horas Sinaga di Senayan, Rabu (20/11/2019).

“Selain bimbingan pranikah, perlu juga pasangan yang akan menikah melakukan tes kesehatan dan tes narkoba sehingga calon pengantin saling mengetahui dengan jelas kesehatan serta kebersihan calon pasangannya,” ujar Horas Sinaga.

Pria multi talenta yang juga pemerhati intelijen dan politik itu menyatakan Generasi Optimis Research And Consulting mendukung ide tentang bimbingan pranikah. Dia juga mengusulkan dasar hukum berupa Peraturan Pemerintah tentang Syarat Menikah.

Selanjutnya, kursus pranikah ini sangat penting guna meletakkan dasar-dasar membina rumah tangga sesuai agama masing-masing agar calon keluarga baru tidak mudah terimpartasi paham apapun yang tak sesuai dengan Pancasila.

Dia juga menekankan agar setiap calon pengantin memeriksakan kesehatan dirinya, sehingga ada keterbukaan dan kesiapan dari awal, dan terhindar dari risiko penyakit menular yang mungkin disembunyikan oleh salah satu pasangannya.

Sejalan dengan pemikiran Horas, Pensiunan Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Mangasi Sihombing menyatakan mendukung gagasan Generasi Optimis Research And Consulting.

“Saya pikir Menko PMK punya wewenang untuk mengkoordinir semua kementerian di bawahnya untuk mengusulkan PP terkait prasyarat nikah. Persiapan pernikahan itu sangat penting agar semua pasangan yang mau menikah memahami dan siap memasuki bahtera rumah tangga,” kata Mangasi.

Pria mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk negara-negara di Eropa Timur itu juga mengingatkan agar prasyarat nikah dari Pemerintah jangan memberatkan para pasangan yang akan menikah.

“Setidaknya yang perlu dilakukan adalah semacam konseling pranikah yang dilakukan sesuai masing-masing agama, lalu ada tes kesehatan, tes narkoba, pembekalan pengetahuan dasar berumah tangga seperti cara mengelola keuangan, komunikasi yang sehat antar anggota keluarga, dan lain sebagainya,” pungkas Mangasi.

#Bimbingan Pra Nikah
#Tes Kesehatan
#Tes Narkoba
#Peraturan Pemerintah #Syarat Nikah
#Tigor Mulo Horas Sinaga

About admin

Check Also

Penyelesaian Pembayaran Polis Nasabah Asuransi Kresna

PT Asuransi Jiwa Kresna (Kresna Life) menyampaikan kembali Jadwal Rencana Penyelesaian Polis PIK dan K-LITA …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

if (function_exists('rns_reactions')) { rns_reactions(); }