Home / Berita dalam peristiwa / Generasi Optimis Indonesia: Abah Kyai Ma’ruf Contoh Insan Pancasila Seutuhnya

Generasi Optimis Indonesia: Abah Kyai Ma’ruf Contoh Insan Pancasila Seutuhnya

Wakil Presiden RI Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin didampingi istri Hj. Wury Estu Handayani saat menerima Ketua Harian GO Indonesia Frans Meroga Panggabean, MBA beserta keluarga yang juga penulis “The Ma’ruf Amin Way”*

Jakarta, 5-12-2019-Dewan Pengurus Nasional (DPN) Generasi Optimis (GO) Indonesia melalui Ketua Hariannya, Frans Meroga Panggabean, menyesalkan ujaran Jafar Shodiq bin Sholeh Alatas yang dianggap menghina Wakil Presiden Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin. Oknum ulama yang mengaku Habib ini dalam interaksi dengan jemaah diduga melakukan penghinaan dan ujaran kebencian dengan menyebut Ma’ruf Amin sebagai babi.

Seperti diberitakan sebelumnya, ujaran Jafar itu viral di media sosial dan memicu kemarahan warganet di lini masa. Tak sedikit dari mereka yang membagikan ulang video viral ceramah Jafar yang semula diunggah lewat YouTube. Warganet menunjukkan ketidakterimaan mereka atas hinaan Jafar terhadap Mar’uf Amin.

Frans Meroga mengatakan, “Ulama Besar seperti Abah Kiai Ma’ruf Amin yang telah mengabdi sedemikian luar biasa bagi umat dan negeri ini kok dihina ya? Hanya manusia yang tak memiliki hati nurani dan pemikiran kerdil saja yang bisa menghina Abah Kiai Ma’ruf Amin seperti itu.”

“Acara agama seharusnya menebarkan kebajikan, mengajarkan akhlakul karimah, bukan menerbarkan ujaran kebencian dan penghinaan kepada sesama, apa lagi kepada seorang Wakil Presiden yang juga Ulama Besar,” ujar Frans Meroga yang juga penulis “The Ma’ruf Amin Way” ini lagi.

“Penghina Kiai Ma’ruf Amin bukan seperti manusia. Dia tidak punya akal budi. Karena manusia dituntut memiliki akhlak yang mulia, bukan malah memecah-belah. Kita harus hati-hati terhadap penghujat yang berkeliaran menyamar sebagai tokoh agama, inilah contoh nyata golongan manipulator agama,” tegas lulusan MBA dari Grenoble Universite, Perancis ini.

Selanjutnya, terkait sikap Wapres Ma’ruf Amin yang justru memaafkan Jafar dan menasihatinya, Frans merespons bahwa itulah nyatanya perbedaan Ulama Sejati dibandingkan dengan oknum yang mengaku ulama bahkan habib, padahal lebih layak disebut pendusta nikmat.

“Terlihat jelas kan perbedaan kualitasnya. Abah Kiai Ma’ruf dalam tingkatan pengetahuan dan pengalaman agama sudah masuk kategori ma’rifah. Bandingkan dengan rendahnya pengetahuan dan pengalaman agama Jafar yang mengaku habib itu.” tandas Frans yang lebih dikenal sebagai praktisi Koperasi Milenial dan Ekonomi Kerakyatan itu.

*Insan Pancasila Seutuhnya*

Pada saat yang sama, Sekretaris Jendral (Sekjen) DPN GO Indonesia, Tigor Mulo Horas Sinaga, menyatakan kebanggaan yang luar biasa kepada Ma’ruf Amin yang justru memaafkan dan tidak berniat membawa Jafar ke ranah hukum.

Pemerhati intelijen dan politik itu mengaku terkagum dengan sikap pemaaf Ma’ruf Amin. “Abah Kiai Ma’ruf Amin adalah teladan sangat baik bagi bangsa Indonesia dalam memahami dan mengamalkan Pancasila, generasi muda perlu banyak belajar menahan luapan emosi dari beliau.”

“Abah Kiai Maruf adalah contoh insan Pancasila seutuhnya,” ujar Horas.

Walau demikian Horas pun tak menyalahkan bila ada anggota masyarakat yang membawa Jafar secara hukum karena menilai terpenuhinya dugaan pelanggaran hukum, yaitu pernyataan kotor dalam ceramah dengan alat bukti video.

“Dalam hal tersebut Generasi Optimis Indonesia menghimbau tidak ada lagi hal seperti itu dan mendoakan agar Jafar bertobat serta meminta maaf secara langsung kepada Abah Kiai Ma’ruf Amin dan secara umum ke khalayak Indonesia,” pungkas Horas.
[5/12 13:42] Ariyanti: *Wakil Presiden RI Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin didampingi istri Hj. Wury Estu Handayani saat menerima Ketua Harian GO Indonesia Frans Meroga Panggabean, MBA beserta keluarga yang juga penulis “The Ma’ruf Amin Way”*

About admin

Check Also

Penandatanganan MOU Kerjasama IBADAH UMROH Dengan PAPDESI kKabupaten Cilacap

Indonet7.com-“Iya, Alhamdulillah , Selasa (7/1) lalu telah disepakati & penandatanganan MOU kerjasama IBADAH UMROH dengan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

if (function_exists('rns_reactions')) { rns_reactions(); }